JTS (Jilbab Tapi Seksi)
Sebelum aku ngomong tentang jilbab (kerudung) aku mohon maaf kalo ada pihak-pihak yang merasa tersinggung. Sungguh ini ku tulis bukan untuk menghakimi atau menganggap bahwa semua jadi tidak benar. Ini semata-mata hanya sebuah perenungan dan melihat dengan kasat mata.
Dimulai ketika baca berita di detikhot yang memberitakan salah satu artis terkenal mau pakai jilbab tapi yang terlihat seksi . Masya Allah… terang aja jadi bulan-bulanan komentar . Pake jilbab tapi mau seksi . Seksi di sini pasti seksi dalam arti sebenarnya kan. Fisik tentunya… (mungkin dia mau pake jilbab tapi belahannya sampai kepaha dan jilbab yang ada belahan dadanya, sehingga belahan dadanya tetap terlihat. Atau berjilbab hanya kerundungnya saja sedangkan bajunya seperti yang biasa dia pakai. Aku kadang suka gak habis pikir, kok komentarnya gitu ya tentang jilbab….. )
Kembali ke jilbab atau sekarang kita sebut saja kerudung, karena menurut seorang teman yang aku pikir memakai jilbabnya “benar” adalah yang seperti orang-orang salah satu partai politik pakai. Model kerudungnya panjang sampai menutupi dada - malah kadang sampai perut. Lalu bajunya panjang sampai kemata kaki. Tidak pakai celana panjang, jins, kemeja panjang, pokoknya jauh dari pakaian-pakaian wanita yang berjilbab modern .
Sekarang memang banyak banget teman-teman wanita yang mulai memakai kerudung. Mereka jauh terlihat lebih cantik. Tapi mereka masih mengenakan celana jins ketat sebagai bawahan atau kadang celana legging yang dipadu dengan kemeja atau kaos lengan panjang. Atau kadang kaos agak ketat yang masih memperlihatkan dada.
Sekarang yang lagi in adalah memakai kaos ketat lengan panjang didalamnya dan diluarnya adalah baju lengan pendek (bisa ngebayangin gak sih..hehehe …) sehingga kalau wanita ini berjalan bisa jadi mengundang siulan jail juga.
Teringat dulu sekali waktu masih sekolah pernah ikut kursus dan salah satu pengajar mengenakan jilbab. Aku masih ingat betul saat itu beliau mengenakan baju lurus panjang ketat tanpa lengan diluarnya dan didalamnya terlihat kaos ketat yang membalut tubuhnya yang langsing. dibawahnya beliau mengenakan celana panjang yang ketat pula. Terlihat lurus … dan seksi ….. , waktu jilbab masih jarang dipakai oleh anak-anak muda. Aku bepikir ketika itu “ini guru seksi amat yah..walau pakai jilbab …)
yah kebanyakan kita meniru juga cara-cara artis muda yang berjilbab, yakin mereka masih terlihat seksi dengan segala accessories yang mereka kenakan. Tapi tentunya kita tidak bisa menjiplak plek seperti mereka para artis. Akhirnya sekarang banyak teman-teman wanita yang memakai jilbab tidak lagi mengacuhkan segi-segi keislamannya. Tentu ini bukan semua yah … aku tidak menyamaratakan, tapi ini yang terlihat sepanjang jalan.
Memang banyak baju-baju muslim yang memenuhi segi keislaman dijual yang bagus-bagus, tapi harganya bo …. hehehe jadi buat kita orang kebanyakan pasti memilih yang simple dan praktis sehingga kadang lupa harus bagaimana seharusnya.
Jilbab memang bisa membuat setiap wanita punya status - yah status bahwa benar-benar wanita muslimah- , tapi jilbab juga kadang bisa membuat wanita dicemooh … -pake jilbab sih kelakuannya gitu ….- (ini ada diseputar gosip tetangga ..)
Setuju untuk bahwa tidak semua wanita mengenakan jilbab yang terkesan seksi, tapi ada sebahagian wanita yang masih ingin memperlihatkan “aurat”nya meski telah berjilbab. Tak lepas dari mode dan model yang berjalan, cara berpakaian jilbab masih akan terus berevolusi. Semoga tidak membuat wanita yang memakainya seperti berjilbab tetapi “telanjang” ….
RAYUAN SETAN DALAM PACARAN
Para pembaca yang budiman, ketika seseorang beranjak dewasa, muncullah benih di dalam jiwa untuk mencintai lawan jenisnya. Ini merupakan fitrah (insting) yang diberikan oleh Allah kepada manusia. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan terhadap perkara yang dinginkannya berupa wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenagan hidup di dunia. Dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik.” (QS. Ali Imran: 14)
Adab Bergaul Antara Lawan Jenis
Islam adalah agama yang sempurna, di dalamnya diatur seluk-beluk kehidupan manusia, bagaimana pergaulan antara lawan jenis. Di antara adab bergaul antara lawan jenis sebagaimana yang telah diajarkan oleh agama kita adalah:
1. Menundukkan pandangan terhadap lawan jenis
Allah berfirman yang artinya, “Katakanlah kepada laki-laki beriman: Hendahlah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. an-Nur: 30). Allah juga berfirman yang artinya,”Dan katakalah kepada wanita beriman: Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. an-Nur: 31)
2. Tidak berdua-duaan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan (kholwat) dengan wanita kecuali bersama mahromnya.” (HR. Bukhari & Muslim)
3. Tidak menyentuh lawan jenis
Di dalam sebuah hadits, Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Demi Allah, tangan Rasulullah tidak pernah menyentuh tangan wanita sama sekali meskipun saat membaiat (janji setia kepada pemimpin).” (HR. Bukhari). Hal ini karena menyentuh lawan jenis yang bukan mahromnya merupakan salah satu perkara yang diharamkan di dalam Islam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi, (itu) masih lebih baik daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Thabrani dengan sanad hasan)
Jika memandang saja terlarang, tentu bersentuhan lebih terlarang karena godaannya tentu jauh lebih besar.
Salah Kaprah Dalam Bercinta
Tatkala adab-adab bergaul antara lawan jenis mulai pudar, luapan cinta yang bergolak dalam hati manusia pun menjadi tidak terkontrol lagi. Akhirnya, setan berhasil menjerat para remaja dalam ikatan maut yang dikenal dengan “pacaran“. Allah telah mengharamkan berbagai aktifitas yang dapat mengantarkan ke dalam perzinaan. Sebagaimana Allah berfirman yang artinya, “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesugguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. al-Isra’: 32). Lalu pintu apakah yang paling lebar dan paling dekat dengan ruang perzinaan melebihi pintu pacaran?!!
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah menetapkan untuk anak adam bagiannya dari zina, yang pasti akan mengenainya. Zina mata adalah dengan memandang, zina lisan adalah dengan berbicara, sedangkan jiwa berkeinginan dan berangan-angan, lalu farji (kemaluan) yang akan membenarkan atau mendustakannya.” (HR. Bukhari & Muslim). Kalaulah kita ibaratkan zina adalah sebuah ruangan yang memiliki banyak pintu yang berlapis-lapis, maka orang yang berpacaran adalah orang yang telah memiliki semua kuncinya. Kapan saja ia bisa masuk. Bukankah saat berpacaran ia tidak lepas dari zina mata dengan bebas memandang? Bukankah dengan pacaran ia sering melembut-lembutkan suara di hadapan pacarnya? Bukankah orang yang berpacaran senantiasa memikirkan dan membayangkan keadaan pacarnya? Maka farjinya pun akan segera mengikutinya. Akhirnya penyesalan tinggallah penyesalan. Waktu tidaklah bisa dirayu untuk bisa kembali sehingga dirinya menjadi sosok yang masih suci dan belum ternodai. Setan pun bergembira atas keberhasilan usahanya….
Iblis, Sang Penyesat Ulung
Tentunya akan sulit bagi Iblis dan bala tentaranya untuk menggelincirkan sebagian orang sampai terjatuh ke dalam jurang pacaran gaya cipika-cipiki atau yang semodel dengan itu. Akan tetapi yang perlu kita ingat, bahwasanya Iblis telah bersumpah di hadapan Allah untuk menyesatkan semua manusia. Iblis berkata, “Demi kekuasaan-Mu, aku akan menyesatkan mereka semuanya.” (QS. Shaad: 82). Termasuk di antara alat yang digunakan Iblis untuk menyesatkan manusia adalah wanita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah (ujian) yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada wanita.” (HR. Bukhari & Muslim). Kalaulah Iblis tidak berhasil merusak agama seseorang dengan menjerumuskan mereka ke dalam gaya pacaran cipika-cipiki, mungkin cukuplah bagi Iblis untuk bisa tertawa dengan membuat mereka berpacaran lewat telepon, SMS atau yang lainnya. Yang cukup menyedihkan, terkadang gaya pacaran seperti ini dibungkus dengan agama seperti dengan pura-pura bertanya tentang masalah agama kepada lawan jenisnya, miss called atau SMS pacarnya untuk bangun shalat tahajud dan lain-lain.
Ringkasnya sms-an dengan lawan jenis, bukan saudara dan bukan karena kebutuhan mendesak adalah haram dengan beberapa alasan:
(a) ini adalah semi berdua-duaan,
(b) buang-buang pulsa, dan
(c) ini adalah jalan menuju perkara yang haram.
Mudah-mudahan Allah memudahkan kita semua untuk menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





2 komentar:
cye..cye ...
hahay ... apa bilang komen di blog sndiri ...
abisx ngk da yg komen siihhh ....
Posting Komentar